Pilkada Jawa Barat 2008

Tanggal 13 april 2008 yang lalu ada hajatan besar se-propinsi. Hari minggu yang lalu adalah hari pemilihan kepala daerah propinsi Jawa Barat yang lebih sering dan lebih ngetop disebut Pilkada Jabar 2008 di tipi tipi itu.

Mungkin hari ini banyak ditunggu – tunggu oleh banyak orang dengan banyak kepentingan juga. Mulai dari calon gubernur dan wakilnya yang sudah pasti deg deg plas, tim suksesnya yang begadang begiding, atau panitia TPS yang sibuk sana sibuk sini. Pokoknya semuanya sibuk demi kelancaran acara yang katanya jadi tolak ukur keberhasilan Pemilu 2009 nanti, dikarenakan jumlah pemilih di propinsi Jawa Barat ini sangatlah banyak.

Beberapa hari sebelum acara pun saya dan keluarga saya sudah dapat undangan dan kartu pemilih, kecuali adik saya yang paling kecil karena belom punya KTP alias belom 17 taon. Teman – teman saya yang kebetulan berdomisili di Jawa Barat pun juga sudah banyak yang menerima kartu pemilih. Hanya beberapa yang saya kenal yang tidak dapat kartu pemilih. Yaaah.. alasannya standarlah.. keruwetan administrasi, gak akurat data dan segala macem dan segala macem.. “yu now lah kita gimana…”. Sampai – sampai ada opini yang sengaja tidak diberi kartu pemilih karena daerah tsb adalah basis dari calon 1 atau calon 2 atau calon 3. Lumayankan mengurangi jumlah pemilih untuk calon tertentu.. Ah.. gak boleh suudzon gituh.. oke.. itu gak penting…

Setelah undangan dan kartu pemilih ada di tangan, lalu calon manakah yang akan di ‘coblos’? Saya pun berpikir, mengamati dan menganalisa tiap – tiap calon. Saya tidak ingin memilih calon yang didukung oleh parpol tertentu yang saya anggap tidak ‘beres’. Saya tidak ingin calon yang saya pilih begini.. begitu.. Hmm.. Calon ini kurang begini kurang begitu.. Setelah berpikir maka saya telah ambil keputusan. Oke.. Lihat saja nanti pilihan saya pada tanggal 13 april.

Minggu, 13 April 2008

Sesuai hari di undangan, jam 7 pagi sampai dengan jam 1 siang, pilkada pun telah berlangsung. Semua berjalan dengan lancar, tertib dan aman, kurang lebih begitulah yang diberitakan di tv. Semua telah memilih calon masing masing. Jari kelingking pemilih telah ditandai tinta khusus pemilihan. Tapi saya tidak memilih, itulah keputusan yang saya ambil. Apa alasan saya tidak memilih? bukan karena saya idealis, dan menganggap bahwa semua calon itu sama saja. Bukan saya beranggapan bahwa suara saya tidak akan ada pengaruhnya. Saya tidak memilih karena saya KETIDURAN!!  Saat saya keluar dari kamar, sekitar jam 12 siang lewat sedikit, saya mendapati rumah kosong dan tinggal surat undangan dan kartu pemilih saya yang tertinggal di meja. Awwh… bodoh.. Ya sudah.. saya kenbali tidur lagi saja.. (:|
* warga negara propinsi yang tidak peduli *

ariawan

Web Developer, Blogger, Internet Savvy, Tech Enthusiast

You may also like...

  • pertamax!

    dasar tukang tidur. gimana gak tambah lebar tu bodi.

  • #ferdi
    pertamax 8200 bung.. kacaw emang tuh..

    * gag nyambung *