Alasan Menggunakan PHP Framework

Baru-baru ini ada kesempatan diskusi dengan orang soal penggunaan php framework dengan akademisi dengan latar belakang pemrograman java, mengapa perlu menggunakan php framework, apa gunanya php framework. Diskusinya lumayan menggoyahkan iman :p

Posting kali ini adalah jawaban dan kesimpulan saya soal ini, yang kebetulan belum bisa saya utarakan waktu diskusi tempo hari. Kalau mas dan mbak semua ditanya kenapa menggunakan framework/tidak menggunakan framework, apa jawabannya? Pasti jawabannya beragam. Berikut jawaban populer yang saya dapatkan dari survey kecil2an via Y!m dengan temen2.

Kenapa pake framework?

  • “Coding lebih cepat, biasanya pake framework jadi nulis good code”
  • “Framework X base penggunanya banyak, community besar”
  • “Kalau ukuran project/aplikasi besar lebih mudah dengan framework”
  • “Biar gak reinvent the wheel, reuse code”
  • “dan lain-lain, dan sebagainya, dan teman-temannya… “

Kenapa tidak menggunakan framework?

  • “Framework gak transparan, banyak activity yang di hidden”
  • “Framework gak fleksibel, terus konvensinya beda-beda”
  • “Ga punya full control atas framework, mending bikin sendiri”
  • “dan lain-lain, dan sebagainya, dan teman-temannya… “

Pro dan kontra soal ini memang gak ada habisnya. IMHO, poin2 diatas gak sepenuhnya bener. Coding cepat itu relatif dan pake framework juga belum tentu kita bisa nulis good code. Pengguna framework X banyak juga bukan alasan tepat kita menggunakan framework, tapi ini bisa jadi alasan pertimbangan memilih framework. Ukuran aplikasi yang akan di develop juga bukan tolak ukur penggunaan framework, besar kecil aplikasi bisa di develop menggunakan/tidak menggunakan f/w. Reuse code ini juga relatif, yang tidak pake framework juga pasti punya koleksi class/function bukan?

Kalo dibilang framework itu banyak activity yang di hidden, saya gak setuju, tinggal di trace saja, corenya ada kok, gak sreg ya tinggal modifikasi aja. Konvensi tiap framework beda-beda itu jelas, gak hanya di PHP kan ya? Di Java pun begitu, Spring misalnya pasti beda dengan f/w lainnya di java. Kalo kata mas @neofreko sih bikin apa2 sendiri itu buat orang masih muda aja, kalo yang dewasa ini harusnya bijaksana, lagipula development time kan juga jadi pertimbangan besar.

Ini poin-poin yang jadi kesimpulan saya mengapa menggunakan framework :

  • Mudah dimaintain dan konsisten
  • Development time lebih cepat dengan menggunakan framework
  • Stable and Less Error

Alasan dan penjelasannya kira-kira gini :

  • Mudah dimaintain dan konsisten, ini karena framework sudah ada konvensinya. Aspek ini menurut saya penting jika bekerja dengan tim yang terdiri dari beberapa orang atau anggota tim yang berganti-ganti (as they always do). Dengan adanya konvensi ini debugging lebih mudah dilakukan, alurnya sudah jelas. Ya memang konvensi tiap framework beda-beda, tapi itu bukan masalah menurut saya.
  • Dengan menggunakan framework, development time juga akan lebih cepat. Framework simplify things. Dengan menggunakan framework kita memangkas waktu mengerjakan library basic yang mutlak diperlukan, misal database connectivity, security, session management. Untuk developer yang baru masuk tim pun tidak akan terlalu banyak makan waktu untuk ikut develop langsung dengan membaca dokumentasi dan contoh penggunaan f/w (apalagi f/w yang digunakan termasuk populer).
  • Framework jelas stable dan less error. Apa jaminannya? Cek di websitenya, tiap framework ada testnya. Kalo bikin sendiri error prone alias rawan error.

Kalo kata mas @neofreko lagi sih. “Siapa yang mau bikin ACL (Access Control List) sendiri? cuman orang gila yang mau bikin sendiri” :p

Tapi semuanya balik lagi soal kebijakan dan/atau kasus/aplikasi yang akan dikerjakan. Yaah itu pendapat saya soal alasan penggunaan framework untuk development, boleh setuju boleh juga gak setuju. Silahkan komentar yang setuju dan gak setuju di form komentar dibawah ini… 😉

Selamat makan siang semuanya 🙂

ariawan

Web Developer, Blogger, Internet Savvy, Tech Enthusiast

You may also like...

  • “Ga punya full control atas framework, mending bikin sendiri” <– darah mudah ini.

  • Anonymous

    darah muda… darahnya para remaja… :p